Sunday, April 22, 2012

F r i e n d s

One million memories, Ten thousand inside jokes, One hundred shared secrets, One reason, Best friends.
@Notebook



Saturday, April 21, 2012

Seseorang yang Tak Terlihat

It`s him. My Shrek




note: ketika menulis postingan ini, saya menahan rasa malu. hehe

Halo, teman-teman tercintah!

saat ini di kepala saya sedang terngiang-ngiang sebuah lagu. bukan sebuah lagu yang saya suka, melainkan lagu Melinda - Ada bayangmu. aggghhhh.... kenapa lagu ini yang muncul???
pernah suatu saat, ketika dikepala gue ini terngiang lagu dangdut, yang ga tau apa judul dan siapa penyanyinya, gue, yang sedang ketagihan twitter meng update status. lalu dibalaslah oleh seorang dari  Punakawan, si RAP. seperti biasa, gue di bully, twit diganti. katanya gue sering mangkal di cafe dangdut. hahaha... ga apa-apa gue di bully. hidup gue ga akan rame kalo ga kenal para Punakawan itu. walaupun kadang nyakitin hati.
*if you know what I mean :)

kali ini lagunya beda. ini mungkin ada hubungannya dengan kebiasaan nonton FTV. di setiap cerita FTV, pasti endingnya dua orang tokoh utama akan jadian dan berpelukan kaya teletubbies. sampe bosen. sampe bisa ditebak endingnya. sampe gue ngomel2 karena ngeliat adegan romantis yang dibikin-bikin itu karena pacaran di depan gue. sampe gue ngiri kalo tokoh utama cowoknya ganteng.
*tato ga masalah, yang penting kamu unyu. hahaha

di FTV itu, ada satu adegan yang diulang-ulang. pelukan. si cewek senang, pelukan. baru jadian, pelukan. lagi sedih, pelukan. lagi jalan, kepeleset, pelukan. gituuuu terus ga kelar2. kemudian ada pikiran di otak gue yang biasanya ngaco. "wah, enak, ya. kalo setiap ada masalah ada orang yang dipeluk.."

"bukan muhrim..."
hey, teman. aku mengingat gaya bicaramu setiap kali kamu mengatakan kata-kata itu :)

iya, bukan muhrim. tapi...bagaimana ya?? gue sendiri bingung untuk menulis postingan ini supaya ga terlihat sebagai ehm..cewek ga bener.

mungkin, berpelukan seperti teletubbies itu akan bisa saya lakukan dengan muhrim saya nanti. ya.. si Shrek. sekarang, gue hanya bisa "memeluknya" lewat bayangan aja. setiap kali gue sedih. 

dia, si Shrek akan membantu aku berdiri disaat aku menangis sambil tertunduk dan memeluk kedua lutut. mengusap kepalaku, kemudian memelukku. berkata, "tenang, semua akan baik-baik saja..." sambil tersenyum. walaupun aku tidak melihat wajahnya. dia yang wajahnya tidak terlihat kemudian akan berkata bijak dan memberi solusi yang baik. lalu akan menceritakan hal-hal lucu hingga aku tertawa. kemudian aku akan memandang matanya dalam-dalam walaupun wajahnya masih samar dan berkata terimakasih walaupun tidak aku ucapkan. lalu dia yang mengerti akan menatapku dan tersenyum. dia Shrek. yang wajahnya masih samar. hanya terlihat senyumnya yang menenangkan, hanya terlihat matanya yang tulus, dan terasa hangat badannya. namun tetap belum bisa aku lihat keseluruhan raganya.
seperti itu. seperti cerita-cerita cinta klasik yang gue baca di novel.

makanya, aku tidak akan mencari. aku akan menunggu. karena mencari adalah kata kerja untuk menemukan sesuatu yang belum pasti. sedangkan menunggu adalah hal yang dilakukan kepada tujuan pasti.
makanya, ya Tuhan ku. aku sih sellooww... tapi jangan kelamaan juga si Shreknya. menunggu itu capek, Tuhan... hehehehe..

begitu. hehe...
FTV banget ga sih?
untuk sekarang, karena masih ehm.. single, jadi gue bersyukur karena Tuhan memperkenalkan aku dengan teman-teman. ketika gue sedih, ada mereka yang memberi kata-kata bijak. yaa... walaupun feelnya beda karena yang diajak curhat semua perempuan. ketika sedang ingin tertawa, baik teman perempuan maupun laki-laki mempunyai selera humor yang bisa ngebuat gue ketawa, walaupun nanti akan nangis juga. ada teman2 perempuan bijak dan lucu, ada teman2 cowok yang walaupun kadang mem bully, tapi selalu berhasil ngebuat gue tertawa.


terimakasih semuanya.....
:)


salam chibi,



Sepotong Tart Cokelat





mama: Nduk, ini ada tart coklat. kerasa banget lho!
aku: ma, aku ga suka kue tart
tapi ketika mama ingin pergi, aku bilang, aku akan makan sepotong tart cokelat itu.


hari ini, sesuatu telah mengacaukan mood ku. well, sebenarnya udah dari seminggu yang lalu aku kurang bertenaga, lemas, lelah, lunglai, lesu. merasa pusing dengan keadaan sekitar, merasa mual, dan aku menjauh dari teman-teman. bukan, bukan karena aku ingin sendiri. tapi entah kenapa aku terasa jauh.


aku berbicara, karena perlu atau kebetulan saja ada yg menegurku. aku seorang introvert, tapi karena aku sedang dalam misi ku: unjuteknisasi, jadi aku tidak bisa diam dan tidak menyapa.


ada satu orang yang tidak bisa kusapa. bukan karena aku tidak ingin, tapi seperti ada kekkai yang melapisi aku, sehingga tidak bisa menyapanya. tapi, ketika seorang itu menyapaku, aku menjadi biasa saja. terimakasih, karena telah menjadi orang yang tidak peka dan menjadi orang yang selalu mencairkan suasana. walaupun yang dibicarakan pasti tidak sadar. maaf ya, kamu adalah satu-satunya orang yang tidak masuk dalam unjuteknisasi. aku ga marah, aku cuma sensi. :D


setelah terpisah "dunia" dari orang-orang sekitar, otakku yang simpel ini dipaksa untuk berfikir lima hal sekaligus. kasihan sekali dia. pertanggung jawabanku kepada Tuhan untuk mengembalikannya dengan bentuk yang mulus tidak bisa aku jalani lagi (maaf Tuhan..)
*ini jokes dari dosen ekonomi internasional.


balik lagi ke kue tart. ada selai strawberry diatas dan disela-sela lapisan kue. ada kacang di dalamnya. adaa irisan cokelat besar yang manis. dan ada vanilla cream. semuanya aku tidak suka. terlalu manis. gigiku ngilu. dan perutku mual, sehingga aku menahan tangis saat memakannya. tapi tetap ku makan. sedikit demi sedikit. saat ini aku masih menghabiskannya.


seperti ini aku sekarang. sama seperti memakan tart cokelat yang tidak aku sukai. memakannya terus, walaupun aku tidak suka. tetap bertahan, walaupun gigiku ngilu dan perutku terasa mual. amat sangat mual. bila aku merasa tidak tahan, aku berhenti, namun akan kulanjutkan lagi. akan aku makan semuanya. mungkin mama akan bilang, "katanya ga suka, tapi diabisin!" sudah bisa diduga. dia selalu seperti itu. selalu tidak tahu menahu. dan aku tidak ingin dia tahu.


aku bukan bermaksud untuk mengeluh, aku hanya ingin membandingkan rasanya kue tart yg aku makan ini, dengan keadaanku sekarang. ternyata sama. Tuhan selalu memberi hal yang tepat di waktu yang tepat pula. Terimakasih Tuhan.. :)







Friday, April 20, 2012

Prince and Knight

"Don't wait for Prince Charming, because he's too lazy to leave his castle. Wait for your knight in shining armor who will fight for you." 
@Notebook





I will wait for you, Shrek! :)


Saturday, April 14, 2012

Senasib Sepenanggungan

Saya: Gimana Mawar?
Dia: ga tau ah! nyerah gue!
Saya: *ngakak

Dia: Gimana Marwan?
Saya: Bodo amat!
Dia: *gantian ngakak


hidup itu lucu, sodara-sodara...
bahkan perasaan aja bisa menjadi lelucon bagi dua orang yang mengalami hal yang sama.

Friday, April 13, 2012

Bukan Siti Nurbaya

para ibu, selalu ribut dengan masa depan anaknya. entah itu karier, maupun pasangan hidup anaknya. ibu saya juga gitu.  tapi bukan berarti beliau bisa menentukan apapun yang dia mau kepada saya. masalah kuliah, yaahh... saya akui, dukungan terbesar mengapa saya mengambil program studi sekarang ini adalah dari ibu saya, walaupun saya harus berjuang mati-matian. tapi, untuk urusan yang kedua itu, si Shrek maksudnya... jangan harap bisa ikut campur!

ada cerita lucu, baru-baru ini. bukan ibu saya, tapi menggebu-gebu sekali. padahal ibu saya nyantai aja tuh! seloooowwww.... tapi si tante itu perhatian sekali sama saya, sampe membuat saya dengan otomatis tertawa terbahak-bahak ketika mendengar dar ibu saya.
"hahahahahahahahahahahahaaaa!!!!" begitulah bunyinya.

terimakasih tante sudah sangat perhatian sekali banget sama saya.. tapi saya masih suka cowok yang mengkrtisi suatu masalah yang dinamis, dibandingkan masih bergelut dibidang sains (walaupun tujuannya mulia sih..) dan satu lagi...kalo saya ga bisa sama JAPANESE, saya sih nyari yg deket aja, mas-mas JAVANESE juga banyak yang oke. siapa tau saya nanti dapet bangsawan keraton. hehehehe....

oke, Tante? jangan slek ya...


peluk cium,





Perihal Hati dan Otak

halo!
wah.. udah lama gak curhat.
apa kabar?

well, saat postingan ini ditulis, baik hati dan otak saya sedang kompak-kompaknya menggalau. curang nih mereka! giliran lagi kompakan, malah maksa-maksa si mata buat ngeluarin air. padahal ga kelilipan juga gue! -______-

lanjut.
akhir-akhir ini, otak gue sering mikirin ga hanya hal-hal penting, tapi hal-hal kecil yang sebenernya simpel jadi rumit banget. nah, gara-gara si otak kaya begitu, si hati jadi ikut-ikutan. kayanaya si hati ini berempati sama otak. jadi ikut galau. inget kuliah, galau. inget kerjaan, galau. inget proskrip, galau. inget yang ga penting itu, galau. lama-lama gue bisa jantungan kalo begini caranya.

si otak dan si hati yang lagi kompak, ngebujuk-bujuk si mata buat ikutan berempati.
"nangis dooong... kita kan satu jiwa! masa ga kompak sih?" kata otak.
"tau nih! toh nangis kan ga dilarang ini!" kata hati, nambahin kata-kata otak.
tapi, walaupun udah di suruh-suruh begitu, si mata ga mau nangis. 
katanya, "ga mau ah! nangis kan ga nyelesaiin masalah! gue harus kuat tau! perempuan jgn bisanya nangis terus! dikit-dikit nangis. cengeng ah!"

si otak dan si hati yang kecewa sama si mata, mulai bikin 'teror' buat ngebuat si mata berair. si otak masukin semua masalah ke dalam mimpi, supaya tidur gue ga nyenyak. si hati terus-terusan sesak, dan deg-degan, untuk ngebuat badan gue jadi ga rileks.

untung si mata kuat iman. yaahh... walaupun kadang 'teror' otak dan hati berhasil ngebuat dia ngeluarin air, tapi air yang keluar cuma setetes dua tetes. abis itu ketawa-ketawa lagi, kaya orang bego. nah, si mata mulai ngatur strategi. dia kerjasama sama si bibir, suaya pasang senyum dan ketawa. kalo lagi ga enak dan lagi di teror sama otak dan hati, palingan si mulut diem aja. males ngomong, senyum sekedarnya, ketawa basa-basi.

loh kok, jadi nyeritain si mata??
si otak dan hati, keduanya berbincang-bincang perihal kegalauan mereka.
"lo kenapa galu sih, Tak?" tanya hati ke Otak, bukan Poltak.
"iya nih, gue pusing mikirin kuliah ga beres2, sist. kayanya performa gue makin kesini makin jelek deh. emang harus diganti nih processor nya."
"motor kali, performa! emang lo pake processor apa sih?"
"tauk ah. kesel gue. inih.. masih pake DOS, makanya ruwet! ga ap tu det nih si Fio! males bener tuh anak."
si hati manggut-manggut.
"kalo lo Ti?" tanya otak balik.
"gue sih.. sebenernya ga penting-penting amat. gue lagi mikirin yang selama ini abu-abu..." si hati nih emang rada filosofis "...kadang, si Abu itu lebih condong ke putih. bikin gue seneng, dan ga nyadar kalo gue udah dibikin 'nunggu' sesuatu yg ga pasti. tapi kadang dia langsung ngejatuhin gue. JLEB! langsung menghitam. BULLSHIT lah pokoknya!"
"tapi kenapa lo maksa gue buat mikirin si Abu kalo lo marah?"
"mana gue tau! serba salah kan? apalagi akhir2 ini. regres banget. pokonya lagi fluktuasi deh!"
"oh..."
"ah, oh, ah, oh! ngerti ga lo???" si hati rada marah.
"ngga. mana gue ngerti yg kaya begitu! tugas gue nih cuma mikirin hal- rasional! kalo masalah begitu sih gue ga ngerti deh. lo juga gitu kan? ga ngerti juga?"
"iya sih..." si hati sedih lagi, karena ga ngerti keadaannya sekarang.
 "yang jelas sekarang kita tuh lagi bingung." kata si otak" gue lagi bingung gimana memperbaki semua urusan kuliah, terutama proskrip dari awal lagi. sedangkan lo, Ti, ngga usah naja gue buat menghayal lagi deh! yg rasional aja, kalo lo bingung lebih condong ke hitam atau putih, mendingan anggep aja kaya mimpi. cuma dateng sebentar, terus ngilang lagi."
"iya sih..."
"'iya sih' mulu!" cibir otak.
"bawel lo! cepetan tuh, suruh si Fio ngerjain tugas2nya! lo kan yang ngatur semuanya! enak aje lo, situ yang males-malesan, gue yang gelisah terus!"

begitulah. keadaan si Otak dan si Hati yang lagi kompakan menggalau. saat kalimat ini diketik, keduanya lagi mencoba meneror si mata lagi buat nangis. dan si mata lagi siap-siap sama Bibir supaya terus tersenyum dan mencoba kuat walaupun disaat-saat sendirian, semua galauers di jiwa saya merasakan satu hal: perasaan hampa yang sesak.